2. Cara & alat mengukur keberhasilan iklan ke wa
Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya. Hanya mengandalkan angka lead di dashboard sebagai patokan iklan ke wa kita berhasil itu adalah fatamorgana. Mau pake argumen apapun dapat dipastikan 100% itu salah.
Langsung aja tanpa fa fi fu saya berikan contoh nyata perbandingan ngiklan sebatas mengandalkan data lead di dashboard dengan data yang lebih lengkap.
Seperti biasa, ngiklan ke WA itu biasanya kita hanya melihat berapa yang pencet tombol whatsapp. Seperti contoh dibawah ini.
Contoh diatas ini adalah iklan yang langsung ke WA. Jika menggunakan landing page berarti ada landing page lalu baru muncul berapa yang klik ke WA. Dua cara ini adalah standar digunakan oleh advertiser Meta.
Data yang muncul di dashboard biasanya sebatas lead atau umumnya yang diajarkan para mastah adalah add to cart. Tapi dashboard diatas berbeda, selain tadi di screenshot atas kita lihat ada berupa yang chat. Disini ada data lead dan ada data add to cart juga.
Pasti bertanya, kenapa ada bisa ada 2 itu dan apa gunanya ?
Sebelumnya saya jelaskan dulu, dashboard diatas adalah hasil simulasi iklan untuk market property yang penjualannya sudah pasti terjadi di Whatsapp.
Kembali ke pembahasan yang tadi..
Lead disini digunakan untuk melacak mereka yang beneran lanjut chat alias lead yang dianggap serius. Sedangkan add to cart digunakan untuk melacak mereka yang melakukan visit property alias melihat property langsung di lokasi.
Dari 2 ini saja sudah terlihat data kamu lebih scientific & akurat daripada data di dashboard pada umumnya, kalo saya sih iya…hehe
Masa’ iya lead gak jelas dijadikan acuan iklan winning, kacau aaaah pasti !
Gak berhenti disini. Kita juga bisa melacak sampai ke transaksi yang terjadi di Whatsapp sehingga advertiser bisa mengidentifikasi iklan yang wining berdasarkan transaksi. Ini sangat disarankan karena lead yang dianggap murah, belum tentu mendatangkan pembelian sesuai KPI. Itu lah kenapa di awal saya menyebutnya fatamorgana.
Ujungnya, jika iklan ke WA dengan cara apapun itu, wajib hukumnya bisa melacak transaksi yang terjadi WA. Seperti contoh screenshot diatas bisa dilihat ada data transaksi yang bisa dibaca di dashboard. Bukankah itu yang seharusnya dijadikan acuan untuk melihat iklan winning atau boncos ?
Yang lebih mencengangkan juga jika diamati data di dashboard ini. Konten iklan simpson yang mendapatkan harga lead paling murah, tidak mendatangkan pembelian. Sekarang bayangkan jika kalian semua yang ngiklan ke WA selama ini hanya berpatokan lead murah ?
Gambling dan bakar duit tuh !
Baik lah mas sekarang aku sudah sadar. Terus, ini gimana caranya kita bisa melacak conversion di Whatsapp ?
Caranya adalah dengan menggunakan software terpercaya yaitu EZ Chat.
Kenapa harus EZ Chat bukan yang lain ?
Karena kalian semua sudah melihat bagaimana EZ Chat menyelesaikan masalah tracking conversion di Whatsapp. Iya, yang sudah kujelaskan panjang lebar diatas.
Silahkan daftar melalui link berikut [link]
Ingat, menjalankan iklan ke Whatsapp tanpa didukung data yang akurat untuk diukur. Dapat dipastikan kamu tidak akan pernah tahu dengan pasti iklan mana yang winning. Bahkan ketika iklan cuan, gak tau cuan karena apa. Parahnya lagi ketika boncos, gak tau juga karena apa.
Jangan sampai menyesal di kemudian hari gara-gara ngiklannya bar-bar gak bisa diukur.
Gas daftar sekarang [link]
