1. Pengalaman pribadi saya (Hengky)
💰 Bisnis Keuangan
Karier saya di dunia kerja dimulai ketika saya masih kuliah, saya diajak teman saya untuk membikin sebuah platform tentang bisnis keuangan. Keuangan terutama ekonomi makro menjadi hal yang menarik bagi saya waktu itu. Saya dulu mempelajari dasar-dasar analisa makro ekonomi seperti memahami bagaimana faktor ekonomi, politik dan perang bisa mempengaruhi pergerakan harga global.
Setelah platform bisnis keuangan tersebut berhasil kami bangun, saya bersama partner saya akhirnya bersama-sama menjadi Customer Service untuk awalnya.
Nah pada periode menjadi CS inilah saya banyak belajar tentang customer seperti perilaku customer, cara berkomunikasi dengan customer dan memahami psikologi customer. Dari yang melayani customer ratusan ribu sampai melayani customer yang ratusan juta, ternyata benang merah yang saya dapatkan adalah “komunikasi & perilaku mereka berpola”.
Customer yang range ratusan ribu-jutaan komunikasinya berpola begitu juga dengan customer level ratusan juta, komunikasi mereka juga berpola.Tidak mau ribet atau debat. Dan cara berkomunikasi yang elegan adalah beberapa ciri customer yang biasa deal penjualan sampai ratusan juta.
Sedangkan customer yang sok ingin segera dilayani, kadang suka marah-marah justru malah customer yang level dealnya di penjualan angka ratusan ribu alias ceng cengg po heheeee, minjem istilahnya mas Imam.
Dalam kurun waktu 2015-2018, ribuan sampai puluhan ribu customer sudah kami layani. Banyak ilmu yang saya dapatkan tentang customer service yang saya dapatkan pada periode ini.
Kemudian pada tahun 2019 akhirnya saya memutuskan untuk off dari bisnis yang kami dirikan bersama partner saya tersebut, saya akhirnya fokus pada bisnis yang berhubungan dengan hobi olahraga saya. Kemudian bisnis kami full dikelola oleh partner saya. Valuasi bisnis dari awal berdiri sampai saya memutuskan off mencapai lebih dari 200 kali lipat dari modal awal. (disebutkan nominalnya)
“Kunci Sukses Pada Bisnis Ini: Betemu Dengan Orang Yang Tepat, Memilih Orang yang Tepat dan Dikerjakan Oleh Orang Yang Tepat”

*Gambar Partner Yang Tepat
🤝 Pengalaman Membangun TIm Digital
Awal tahun 2021 saya diajak kerjasama oleh sahabat saya Dr. Imam untuk membuat divisi Tim Digital pada perusahaannya yaitu Kafa Medika Grup. Mulai dari perekrutan Customer Service, Designer sampai Video editor. Tim digital dimulai dari 0 waktu itu.
Masa krusial dalam sebuah tim adalah saat perekrutan, pastikan kita memilih tim yang sesuai dengan culture perusahaan kita.
“Winning Human sangat penting dalam sebuah tim”
*yang dimaksud winning human adalah sdm yang berkualitas
6 bulan total waktu yang saya perlukan untuk membangun tim digital tersebut mulai dari perekrutan, training, sampai tim tersebut siap untuk saya lepas.
Info terbaru tim digital Doctora kini menjadi tim divisi dengan omset tertinggi pada perusahaan Kafa Medika Grup. Selamat untuk Dr. Imam karena berhasil mengembangkan tim Doctora menjadi tim yang tangguh yang terus bertumbuh.
Pelajaran penting ketika membangun tim digital ini adalah “Memilih Orang Yang Tepat” untuk keberhasilan sebuah project
🔥 Produk Hit & Run
Pada akhir tahun 2021 saya mengajak teman untuk saya jadikan partner saya membangun tim digital dengan fokus iklan di Meta Ads, dengan partner saya sebagai Advertisernya.
Saya menyerahkan perekrutan tim dengan partner saya tersebut, mulai dari customer service sampai tim packing.
Kami berjualan produk import kebutuhan alat rumah tangga waktu itu. Awal mula tim berjalan kurang baik, berhubung tim berada di luar jogja saya tidak bisa langsung melakukan training ke CS, akhirnya karena CS kurang bisa melayani customer dengan baik, akhirnya boncoss di awal-awal. Untungnya ada partner saya yang kemudian membenahi tim CS dengan baik dan akhirnya problem tersebut bisa terselesaikan.
Pada bulan ke 2 tim mulai menemukan performa terbaiknya dengan pengiriman bisa mencapai 50 paket per hari atau sekitar 3 – 5 juta.
Kendala yang dihadapi waktu itu adalah pilihan supplier hanya sedikit, sedangkan supplier kuantitas besar hanya satu. Berhubung stok semakin menipis akhirnya kami mencoba melakukan pembelian produk yang sejenis dengan model yang berbeda.
Hasilnya adalah zoonk besarrr, stok menumpuk dan tidak laku seperti produk sebelumnya.
Kami coba riset produk selanjutnya tetapi belum menemukan Winning produk versi kami, akhirnya dengan amat terpaksa kami peti es kan tim tersebut.
Beberapa hal yang harus dihindari dari pelajaran kami pada tim ini adalah:
1. Tidak Memilih Orang Yang Tepat
Memilih orang yang tepat sangat penting karena mereka adalah fondasi dari kesuksesan tim dan bisnis. Orang yang memiliki visi dan nilai yang sejalan akan bekerja dengan penuh semangat, bukan sekadar mengejar gaji. Mereka juga lebih produktif, inovatif, serta mampu bekerja sama dengan baik, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan minim konflik. Selain itu, individu yang tepat bisa cepat beradaptasi dengan perubahan, memiliki etos kerja yang tinggi, dan mampu menyelesaikan tugas dengan efisien tanpa perlu pengawasan ketat.
Sebaliknya, memilih orang yang tidak cocok dapat menjadi beban dan memperlambat perkembangan tim. Oleh karena itu, pemilihan anggota tim yang tepat bukan sekadar keputusan rekrutmen, tetapi juga investasi jangka panjang untuk keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis.
2. Tidak Melakukan Training ke Customer Service
Customer Service (CS) adalah ujung tombak dalam berinteraksi langsung dengan pelanggan. Jika mereka tidak dilatih dengan baik, dampaknya bisa sangat signifikan, baik terhadap kepuasan pelanggan maupun keberlangsungan bisnis.
3. Jangan Memiliki Hanya Satu Suplier (Penjualan Produk Fisik)
Memiliki satu supplier saja sangat berbahaya jika supplier Anda nantinya kehabisan stok, bisnis kami akhirnya off gara-gara kesalahan kami yang hanya memiliki satu supplier. Pengalaman pahit ini jangan sampai terjadi pada unit bisnis teman-teman.
Saran kami milikilah lebih dari 3 supplier barang sebagai strategi penting dalam menjaga kelancaran operasional bisnis jangka panjang.
4. Leader di Dalam Tim Cukup 1 Orang
Dalam sebuah bisnis, satu orang leader dalam tim sudah cukup asalkan ia memiliki kepemimpinan yang kuat, visi yang jelas, dan kemampuan mengelola tim dengan efektif. Seorang leader bertanggung jawab untuk mengarahkan, menginspirasi, dan memastikan setiap anggota tim bekerja sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Terlalu banyak pemimpin dalam satu tim bisa menyebabkan kebingungan, konflik keputusan, dan kurangnya fokus dalam eksekusi strategi. Dengan satu leader yang tepat, tim bisa bergerak lebih efisien karena ada satu suara utama yang memberikan arahan dan mengambil keputusan strategis.
Namun, leader yang baik juga harus mampu mendelegasikan tugas, mempercayai timnya, dan membuka ruang untuk diskusi, sehingga setiap anggota merasa memiliki kontribusi dan tanggung jawab dalam mencapai kesuksesan bersama.

