b. Hasil rombak, akhirnya bisa checkout di website, beban CS pun berkurang Copy

Masih ingat saran saya untuk menggunakan halaman produk sebagai landing khusus fashion seperti client saya ini ?

Walaupun client saya sudah saya sarankan, tapi pada pertemuan kedua client saya masih kurang ngeh, dampaknya apa ?

Halaman landas atau landing page disini adalah home sedangkan tayangan konten adalah view content alias halaman produk. Bisa dilihat orang – orang mondar mandir bolak balik dari home ke halaman produk. Buktinya bisa dilihat by data yaitu angka di tayangan konten jauh lebih besar daripada tayangan halaman landas. Data ini bisa kita artikan orang itu senang lihat-lihat berbagai macam produk, tapi juga bisa bingung.

Kenapa bingung ?

Karena iklannya itu produk A, tapi setelah mendarat di website malah disuruh nyari produk A.

Setelah tayangan konten alias view content, angkanya jeblog dan berdampak iklannya boncos. Penyebab lainnya juga adalah konten iklan masih mirip-mirip seperti kemarin.

Kabar baiknya, client saya mampu untuk melakukan perbaikan.

Hasil Perbaikan

Di pertemuan ketiga, akhirnya….

Perjuangan client saya membuahkan hasil yang, manis 🙂

Tapi senyumnya menyimpan rahasia, apa tuh ? ntar aku spill deh.

Bisa dilihat dari screenshot dashboard dibawah.

Sudah mulai terlihat ada pembelian yang terjadi di website. Dari 3 adset tersebut yang paling oke sesuai dengan KPI client saya adalah adset yang paling atas. Sayangnya, client saya agak tledor. Ternyata di adset yang paling atas beda produk dengan 2 adset di bawahnya. Sedangkan 2 adset dibawah itu produknya sama hanya beda konten iklan.

Laaah terus….?

Kita tidak bisa bilang semata-mata adset diatas itu paling bagus karena konten iklan, karena produknya beda. Tapi karena beda produk juga ya.

Menurut client saya juga, diluar website masih ada pembelian juga, seperti lewat chat admin ataupun ke marketplace. Oleh karena itu saya menanyakan begini…

Misal di dashboard terlihat jauh dari KPI, tapi kalo secara keseluruhan masih sesuai KPI, yowes gpp dilanjut. Dan memang menurut client, masih oke.

Very well…

Dari segi konten iklan gimana mas ? client mas sudah melakukan perbaikan kan ?

Yoi, bisa dilihat dari dashboard dibawah…

Laaah kok ctr link click masih gak setinggi standard mastah mas ?

Begini ya, memang betul semakin tinggi ctr link click itu penanda iklannya menarik. Tapi belum tentu bisa menjual produk yang dijual.

Di kasus client saya ini, walaupun setelah ganti konten iklan ctr link click gak ada perubahan signifikan. Tapi client saya berhasil menarik orang-orang yang berbeda dari sebelumnya karena sudah menggunakan visual yang berbeda. Dari yang sebelumnya cuman mockup, sekarang sudah mendemokan value produk dengan menampilkan visual yang diinginkan oleh calon pembeli.

Untuk sekarang, konten iklan keep aja dulu mas, begitu saran saya…

Karena apa ? so far penjualannya menurut dia sudah oke. Namun kalo mau ditingkatkan lagi, sangat disarankan.

Sambil senyum-senyum nih, saya menyimpan suatu curiga.

Jangan-jangan, pixel purchase mas masih kecampur dengan COD ?

Setelah saya cek,

Wadacuk, dugaan saya ternyata benar !

Tanpa fa fi fu, saya menyarankan untuk tidak menyertakan COD sebagai purchase. Secara teknis kalo di berdu, berarti di thank you page setelah checkout menggunakan pixel add payment info. Sedangkan untuk yang sudah bayar melalui virtual account akan otomatis terdeteksi sebagai purchase, ini menggunakan conversion api di berdu.

Setelah dirombak, hasil di dashboard seperti ini…

Mereka yang checkout belum bayar maupun yang masih COD diwakili oleh pixel penambahan info pembayaran (initiate checkout). Dan konsekuensinya juga adalah harga cost per purchase mengalami kenaikan, lebih tepatnya lebih jujur karena yang belum beneran bayar tidak terhitung purchase.

Tamabahan terkait placement

Seringkali saya ataupun client punya anggapaan kalo platform Facebook itu isinya adalah audience yang secara kualitas dibawah Instagram. Biasanya ini client-client yang sudah punya brand yang mapan. Tapi….

Pernyataan tanpa data itu adalah asumsi, yap.

Client saya yang satu ini tidak mengecualikan Facebook. Bisa dilihat dibawah ternyata ada lho orang-orang yang checkout lewat Facebook juga.

Dari data diatas kita juga bisa melihat. Bisa juga hasilnya antara Facebook dan Meta itu mirip mirip atau lebih besar satunya. Cost per purchase juga ada perbedaan dimana kita melihat di placement Instagram justru cenderung lebih terjangkau.

Dengan melihat data seperti ini, saya menyarankan ke client untuk melakukan split testing dengan campaign yang berbeda. Satunya di platform Facebook dan satunya di Instagram. Dengan jalan sendiri-sendiri, harapannya bisa melihat dengan valid & adil platform mana yang lebih oke.

×
×

Cart

SAYANGNYA SUDAH PENUH

Kabar baiknya jika anda memang serius ingin mengikuti program konsultasi ini. Anda bisa join waiting list agar nantinya tidak ketinggalan informasi ketersediaan slot. Karena dalam 1 hari bisa langsung penuh !

WHOOOPS,
PENDAFTARAN KELAS
SUDAH BERAKHIR !

Kabar baiknya anda yang berminat dengan materi pembelajaran di kelas ini bisa mendapatkannya secara gratis melalui program konsultasi 1 on 1 dengan FUSEEK.

COMING
SOON

Good news, we’re working on it !